Melawan Hawa Nafsu


Hawa nafsu adalah kecondongan kepada sesuatu yang diinginkannya. Kecondongan ini, Allah swt ciptakan pada manusia untuk kelestarian hidupnya, karena jukia manusai tidak mempunyai keinginan kepada makan, minum dan nikah tidak mungkin dia melakukannya. Maka, tidak patut kita mencela hawa nafsu secara mutlak dan tidak pula memujinya secara mutlak, akan tetapi ketika hawa nafsu itu mengalahkan ketaatan kepada Sang Maha Pencipta, sehingga menjadikan pemiliknya buta tidak peduli akibat yang akan dia terima diakherat maka berubah menjadi malapetaka.
Manusia diuji dengan hawa nafsu, Allah swt pun memberikan kepada mereka dua hukum, akal dan agama. Dan memerintahkan mereka untuk senantiasa berhakim dan mengikuti keduanya, sehingga dibutuhkan usaha keras untuk menolah hawa nafsu yang akan berakibat jelek. Ada beberapa nasehat yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim agar kita bisa melekpaskan diri dari cengkreaman hawa nafsu :
1. Kemauan yang kuat yang disertai kesabaran, kebesaran jiwa dan keberanian untuk menelan pahitnya manahan diri dari hawa nafsu,
2. Berfikir bahwa dia tidak diciptakan untuk mengikuti hawa nafsu tapi untuk sebuah perkara besar, yaitu ibadah kepada Sang Maha Pencipta,
3. Tidak memilih keadaan yang lebih rendah dari hewan, karena hewan diberikan naluri untuk membedakan tempat yang berbahaya dan tempat yang bermanfaat, maka apabila manusia yang diberikan akal oleh Allah swt tidak bisa membedakan antara manfaat dan modlorot, tentu keadaan hewan lebih baik dari kita,
4. Bahwa Allah swt memisalkan pengekor hawa nafsu dalam Al-Qur’an dengan binatang yang paling hina, terkadang Allah swt memisalkan dengan anjing (Q.S Al A’raaf : 176). Terkadang dengan keledai (Q.S Al Muddatsir : 50-51). Dan merubah bentuik mereka dengan bentuk kera dan babi,
5. Hendaknya dia tahu bahwa menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan kekuatan pada badan, hati dan lisannya. Berkata sebagian salaf “Orang yang menang melawan hawa nafsu lebeih hebat dari orang yang menang melawan orang satu kota”. Semakin dia terlatih untuk mengalahkan hawa nafsu, semakin bertambahlah kekuatannya,
6. Hawa nafsu adalah penyakit dan obatnya adalah menyelisihinya. Bisyir Al Hafiy berkata “Malapetaka itu semuanya ada pada hawa nafus dan penyembuhnya adalah menyelisihinya”,
7. Orang yang membela nafsunya sama saja menghancurkan akal dan pikirannya, karena dia telah mengkhianati Allah swt yang memberikan padanya akal,
8. Bahwa hawa nafsu adalah pintu masuknya setan, ia berusaha masuk ke dalam hati, tapi tidak mendapati pintu yang paling ampuh delain dari pintu hawa nafsu,
9. Orang yang mengikuti hawa nafsunya dikuatirkan akan lepas imannya tanpa terasa, Nabi saw bersabda “Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syhwat yang menyesatkan pada perut dan kemaluan kalian serta hawa nafsu yang menuyesatkan”(Ahmad 4/420),
10. Mengekor hawa nafsu melemahkan cita-cita, sebaliknya menyelisihinya dapt menguatkan cita-cita, karena cita-cita adalah kendaraan seorang hamba yang akan menyampaikannya kepada kehidupan akhirat, jika kendaraannya mogok hampir-hampir tak akan sampai kepada surga yang dituju. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: