Disiplin Menjelang Ramadhan


Sebelum memasuki bulan Ramadhan, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim, diantaranya  :

Pertama, Berdoa kepada Allah SWT agar dapat bertemu dengan bulan ramadhan. Juga memohon kepada-Nya adar memberikan kekuatan untuk melaksanakan puasa, qiyamullaill dan ibadah lainnya.

Kedua, membersihakn jiwa dan hati, bertaubat dari segala dosa dengan sebenar benar taubat kepada-Nya. Jangan sampai mengotori bulan Ramadhan dengan berbagai kemaksiatan dan dosa. Tidak sepantasnya orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan berbuka dengan harta yang haram. Tidak patut bagi orang berpuasa disatu sisi, tapi disis lain ia tidak melaksanakan ibadah lima waktu. Untuk mengantisipasi semua itu, maka jauh-jauh sebelum memasuki bulan Ramadhan, seorang muslim sudah seharusnya bertaubat dari segala macam dosa dan kemaksiatan.

Ketiga, mempersiapkan diri dengan melakukan amal shaleh pada bulan Sya’ban, terutama sekali puada. Ini sangat bermanfaat sebagai pembukaan dan pengantar ke arena yang lebih besar (Ramadhan).

Keempat, berusaha untuk bertafaqqur (memahami) hukum berkenaan dengan puasa, mempelajari syarat-syarat puasa, syarat sahnya dan pembatalannya. Juga tentang amalan-amalan lain yang berkaitan dengan bulan Ramadhan seperti qiyamul lail dan perilaku Rasulullah SAW serta keluarganya ketika bulan Ramadhan.

Kelima, mempersiapakan kegiatan dalam mengisi bulan Ramadhan. Di antara kegiatan yang perlu ditekankan adalah qira’tul Qur’an, mempelajari dan menghafalnya, qiyamullail, acara buka bersama, dll.

Beberapa petunjuk berkenaan dengan bulan Ramadhan :

Pertama, seseorang yang dalam keadaan junub harus tetap berpuasa meskipun ia mandi junub setelah terbit fajar (Shubuh)

Kedua, wanita yang suci dari haid setelah fajar tiba (bulan Ramadhan), maka ia wajib berpuasa, walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar.

Ketiga, seseorang yang berpuasa dibolehkan mencabut gigi, mengobati luka atau menggunakan tetes mata.

Keempat, diperbolahkan bagi orang yang berpuasa untuk bersiwak, baik di waktu pagi maupun siang hari, bahkan itu termasuk sunah Rasul.

Kelima, untuk mengurangi rasa panas dan dahaga, diperbolehkan menggunakan AC atau membasahi kepala dengan air dingin.

Keenam, disunahkan mengakhiri sahur hingga menjelang fajar dan segera dibuka ketika matahari tenggelam. Diutamakan berbuka dengan ruthab (korma yang masih segar dan hampir masak). Jika tidak ada, maka dengan korma masak, jika tidak maka cukuplah  dengan air putih.

Ketujuh, Orang yang berpuasa sangat dianjurkan sekali untuk memp[erbanyak amalan-amalan sunnah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir dan bersedekah.

Kedelapan, bagi yang berpuasa tetp harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang lain dan menjauhi perbuatan- perbutan yang haram. Hendaknya selalu menjauhkan diri dari perbuatan yang tercela yang bisa menghapuskan pahala puasa, seperti bohong, berbuat curang, menipu, dll.

Aktivitas di bulan Ramadhan :

Pertama, berpuasa, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal baik manusia akan dibalas sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat”. Allah berfirman,“Kecuali puasa, amal ibadah khusus untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya, karena ia telah meninggalkan syahwat makan dan minumnya karena Aku. Bagi yang berpuasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka dan  kebahagiaan ketika bertemu Rabbnya. Sugguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Allah SWT daripada aroma kesturi.” (HR: -Bukhari dan Muslim).

Kedua, Qiyamullail, Ia merupakan tradisi Rasulullah SAW dan para sahabat. Dalam sebuah riwayat, Nabi pernah bersabda, “Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR; -Buchari dan Muslim). Aisyah pernah bercerita bahwa Rasulullah tidak pernah meningalkan shalat malam dan jika sakit dan kelelahan beliau shalat dengan duduk.

Ketiga, Bersedekah, Rasullulah SAW adalah orang yang paling dermawan, terutama sekali pada bulan Ramadhan. Beliau pernah bersabda “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR; -Tarmizi). Bentuk sedekah di bulan ramadhan adalah dengan cara memberi makan kepada saudara kita sesama muslim, terutama kepada fakir miskin dan lebih khusus lagi kepada mereka yang taat dalam beragama. Disebutkan bahwa Abdullah bin Umar tidak berbuka kecuali bersama-sama anak-anak dan fakir miskin. Cara lain bersedekah dalam bulan Ramadhan adalah dengan memberikan secar umum, mengundang mereka untuk berbuka puasa bersama dan lainnya.

Keempat, bersungguh-sungguh dalam membaca Al-Qur’an. Dalam hal ini adan dua hal penting :

a. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Supaya lebih cepat atau lebih banyak dalam mengkhatamkannya, namun harus tetap memperhatikan kaidah yang benar daalam membaca Al-Qur’an. Memperbanyak bacaan Al-Qur’an dalam bulan Ramadhan adalah amalan Rasulullah SAW, sahabat dan imam kaum muslim.

b. Menangis dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini dapat dicapai dengan cara benar-benar meresapi, merenungkan dan memahami makna dari ayat-ayat yang kita baca, sehingga akhirnya tenggelam dalam pengaruh keagungan Al-Qur’an yang menggetarkan hati. Nabi pernah mengomentari para ahli Shuffah (kaum muhajirin yang tinggal di masjid Nabawi) yang mengangis karena mendengar Al-Qur’an syrat An-Najm 59-60, beliau bersabda yang artinya “tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kapada Allah SAW”. (HR); -Baihaqi).

Kelima, duduk dimasjid hingga terbit matahari. Rasulullah SAW, bersabda, artinya: “Barangsiapa shalat fajar dengan berjamaah lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah SAW sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat baginya pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna”. (HR; Tarmizi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani). Padahal pahala sebesar ini diperoleh pada hari-hari biasa, maka bagaimana halnya a[abila hal itu dilakukan pada bulan Ramadhan ?

Keenam, I’tikaf (berdiam diri di masjid dalam rangka ibadah). I’tikaf adalah ibadah yang merangkum berbagai macam ketaatan, seperti membaca Al-Qur’an, shalat, dzikir, doa dan lain sebagainya. Ibadah ini sanagt ditekankan pada sepuluh hariu terakhir dari bulan Ramadhan untuk mendapatkan lilatul qadar. Diriwayatkan bahwa Nabi, selalu ber i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, dan pada tahun kewafatannya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari. (HR; Bukhari).

Ketujuh, Umrah di bulan Ramadhan. Tentang umrah di bulan ini Rasulullah SAW bersabda: “Umrah di bulan Ramadhan menyamai (pahala) haji”. Dalam riwayat lain “menyamai padahal umrah bersamaku”. (HR; Bukhari dan Muslim).

Kedelapan, Berusah meraih lailatul qadar. Keutamaan malam ini sungguh sangatlah besar, sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT, dalam surat Al-Qadar yang artinya :

1.  Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan[1593].

2.  Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3.  Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

4.  Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

[1593]  Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.

Nabi SAW, juga berusaha untuk mendapatkan lailatul qadar dan memerintahkan para sahabat dan keluarganya agar berusaha meraih malam tersebut.

Demikian lah artikel ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, amin ya rabbil alamin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: