Sistem Perodik Unsur


Sejak awal adanya ilmu kimia, para ilmuwan telah banyak mengumpulkan informasi mengenai unsur-unsur yang mereka kenal. Akan tetapi, pengetahuan itu baru sebatas fakta-fakta empiris (nyata) dan tidak saling berhubungan. Pada tahun 1896, cikal bakal pengelompokan unsur-unsur modern disusun. Ternyata,pengelompokan itu menunjukan pengulangan sifat unsure. Dengan kata lain, pengelompokan itu menunjukan sifat periodik. Oleh karena itu, pengelompokan unsur-unsur disebut system periodik unsur.

  1. Sistem Periodik Unsur

Pada  awalnya, unsur hanya digolongkan menjadi logam dan nonlogam. Dua puluh unsur yang dikenal pada masa itu mempunyai sifat  yang berbeda satu dengan  yang  lainnya.  Setelah John Dalton mengemukakan teori atom maka terdapat perkembangan yang cukup berarti dalam pengelompokan unsur-unsur. Penelitian Dalton tentang atom menjelaskan bahwa setiap unsur mempunyai atom-atom dengan sifat tertentu yang berbeda dari atom   unsur lain.Hal yang membedakan diantara unsur adalah massanya.

Sistem Periodik Modern

Sistem periodik modern dikembangkan sesuai dengan gagasan mendelev.Bentuk sistem periodik modern yang paling banyak digunakan adalah sistem periodik bentuk panjang yang mula-mula dikenalkan oleh Julius Thomson pada tahun 1895. Sistem periodik ini terdiri atas dua lajur,yaitu lajur vertikal yang disebut golongan dan lajur horizontal yang disebut periode.

Periode pertama dari table ini terdiri dari dua unsur,yaitu hidrogen dan helium. Kemudian,diikuti oleh periode kedua dan ketiga yang masing-masing terdiri atas 8 unsur,yaitu dari litium hingga neon dan natrium hingga argon. Periode keempat dan kelima masing-masing terdiri atas 18 unsur,yaitu dari kalium hingga krypton dan rubidium hingga xenon. Periode keenam merupakan periode panjang yang terdiri atas 32 unsur. Agar periode ini muat dalam periode yang panjangnya 18 unsur,14 unsur diantaranya ditempatkan di bawah table. Deretan 14 unsur ini dimulai dari Serium (Z=58) hingga lutenium (Z=71) dan dinamakan deret lantanida. Periode ketujuh atau terakhir belum lengkap,tetapi diduga akan berbentuk panjang. Empat belas unsure yang diletakan dibawah table disebut aktinida.

Penggolongan unsur-unsur diperlukan karena makin banyak unsure ditemukan. Penggolongan itu didasarkan pada kemiripan sifat fisik dan sifat kimia. Pada mulanya,unsur hanya dibedakan menjadi dua golongan,yaitu logam dan bukan logam. Suatu unsur digolongkan dalam golongan logam apabiladapat menghantarkan listrik,menghantarkan panas,dan mengilap jika digosok. Contoh unsure yang termasuk logam adalah natrium,magnesium,besi,tembaga,seng,emas,dan perak. Unsur bukan logam (nonlogam) adalah unsure yang tidak dapat menghantarkan listrik dan panas.Unsur bukan logam ada yang berwujud padat,cair,dan gas..Namun,bukan logam yang berwujud padat bersifat rapuh. Contoh unsur bukan logam adalah nitrogen,oksigen,karbon,dan belerang.

Dalam perkembangan selanjutnya,unsure logam dan bukan logam dapat digolongkan dalam golongan yang lebih rinci lagi. Misalnya,unsure yang dapat membentuk garam. Unsur pembentuk garam disebut halogen (halo=garam;gen=pembentuk). Maksudnya,jika bereaksi dengan logam,unsure halogen membentuk garam. Unsur halogen terdiri atas beberapa unsure,antara lain fluorin,klorin,bromine,dan iodin.

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan,system periodic unsure mengalami perkembangan. Banyak ahli menyusun system periodic unsure. Namun,hanya ada tiga system periodic unsure yang terkenal. Ketiga system periodic unsure itu adalah system periodic Dobereiner,system periodic John Newlands,dan system periodic Mendeleev.

  1. a. Sistem Periodik Dobereiner

Johann  Wolfgang  Dobereiner  pada  tahun  1829  menjelaskan hasil  penelitiannya  yang  menemukan  kenyataan  bahwa  massa  atom relatif stronsium berdekatan dengan massa rata-rata dua unsur lain yang  mirip  dengan  stronsium  yaitu  kalsium  dan  barium.  Hasil penelitiannya  juga  menunjukkan  bahwa  beberapa  unsur  yang  lain menunjukkan    kecenderungan    yang    sama.    Berdasarkan    hasil penelitiannya,  Dobereiner  selanjutnya  mengelompokkan  unsur-unsur dalam kelompok-kelompok tiga unsur yang lebih dikenal sebagai triad. Triad yang ditunjukkan oleh Dobereiner tidak begitu banyak sehingga berpengaruh terhadap penggunaannya.

b.      Hukum oktaf Newlands

Hukum oktaf ditemukan oleh A. R. Newlands pada tahun 1864. Newlands mengelompok-kan unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif  unsur. Kemiripan  sifat ditunjukkan  oleh  unsur  yang  berseliih satu oktaf yakni unsur ke-1 dan unsur ke-8 serta unsur ke-2 dan unsur ke-9. Daftar unsur yang berhasil dikelompokkan berdasarkan hukum oktaf oleh Newlands ditunjukkan pada tabel berikut.

John Newlands

Tabel oktaf Newlands

Hukum  oktaf  Newlands  ternyata  hanya  berlaku  untuk  unsur-unsur dengan  massa  atom  relatif  sampai 20 (kalsium).  Kemiripan  sifat terlalu dipaksakan apabila pengelompokan dilanjutkan.

c.       Sistem Periodik Mendeleev

Dmitri  Ivanovich  Mendeleev  pada  tahun 1869  melakukan pengamatan terhadap 63 unsur yang sudah dikenal dan mendapatkan hasil bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Sifat tertentu akan berulang secara periodik apabila unsurunsur  disusun  berdasarkan  kenaikan  massa  atom  relatifnya.Mendeleev selanjutnya menempatkan unsur-unsur dengan kemiripan sifat pada satu lajur vertikal yang disebut golongan.Unsur-unsur juga disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya dan ditempatkan dalam satu lajur yang disebut periode.

Sistem Periodik Mendeleev

Mendeleev sengaja mengosong-kan beberapa tempat untuk menetapkan  kemiripan  sifat  dalam  golongan.Beberapa kotak juga sengaja dikosongkan karena Mendeleev yakin masih  ada  unsur yang belum dikenal karena belum ditemukan.Salah satu unsur baru yang sesuai   dengan ramalan Mendeleev adalah germanium yang sebelumnya diberi nama ekasilikon oleh Mendeleev.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: